"tentang hausnya mencari jalan kebenaran"

masa si putih abu-abu dengan cerita serta merta yang tertata dulu menghinggapi raga ini, but it isn't story, itu semua udah ada tanggal exs'nya, ampe bosen banget pastinya, mungkin lebih bosen orang yang sambil diem ngelamunin hidup kejadian yang telah terjadi pada dirinya sendiri di masa lalu, dan ga mau mencoba merancang hidupnya, termasuk gue, mending klo ngerasa punya jiyuu e no shoutai dalam dirinya, you have been here since you first time see the world but you dont know when you close your eyes.

merasa jenuh dengan hidup ini itu semua merupakan hal yang sangat wajar banget bagi manusia yang biasa-biasa saja, why? karena emang sebenarnya hidup ini bukan tempat kita yang real bagi mereka yang merindukan kehidupan yang abadi, karna semua hal yang kita rasakan merupakan suatu hal yang fana, apa yang dapat kamu banggakan pada hari ini maka dengan sekejap saja kamu akan langsung kehilangan kenikmatan yang kamu rasakan pada hari ini, apalagi jika kamu berbuat tidak baik, well, jadi ga perlu deh yang namanya sombong-sombongan dengan diri sendiri, merasa bangga dengan hidup kamu, harta kamu, jabatan, atau gelar yang menghiasi di nama kamu yang berderet-deret itu,

OK, gua punya pengalaman "tentang hausnya mencari jalan kebenaran". SMA merupakan masa-masa sang remaja mulai mencari jati diri, indentitas yang telah lama terbenam kembali coba di gali, naka kita pun harus berlari dengan hati-hati, why? karna siapa tau kita menginjak lobang yang lain, entah apapun itu namanya. frends, gue buat pengalaman gue ini sebagai pelajaran buat kamu yang sedang mengalaminya.

well, yang gue tahu islam itu terbagi menjadi dua klo bahasa kerennya, yang pertama yaitu islam moderat dan islam konvensional, ok, gue ambil secara umum aja, takut salah, islam moderat ; tidak begitu spesifik yang pasti beribdah mementingkan yang wajab dan ga ribet, jadi apa yang bisa kamu lakukan maka lakukanlah, dan untuk islam yang konvensional, atau bisa di bilang islam yang mencampurkan ibadah dengan tradisi, lebih tradisional, yang berbau-bau fanatik, lebih detail, dan menjunjung tinggi tradisi yang di bawa para terdahulunya.

Komentar

Postingan Populer