HARU No SAKURA
Haru No Sakura
Selamat datang
tahun baru, tahun di mana sejuta harapan dan mimpi kembali di perjuangkan. Meninggalkan
segelintir cerita tentang tahun lalu. Tahun di mana yang tak akan pernah
kembali di putar, bersama sejarah dan jejak tapak kejadian pristiwa tahun silam
yang telah terbalik oleh lembaran tahun baru yang datang tanpa dapat terhenti.
Tawa, canda, sedih, haru, bahagia, kecewa dan semerawut rasa yang terganjal di
tahun silam. Tahun yang menyimpan berjuta emosi dan kenangan. Kesuksesan dan
kegagalan kini hanya tinggal sebuah pahatan memori otak. Bahkan tahun di mana
tahun lalu adalah tahun terakhir. Lembaran-lembaran resolusi kini terpampang
kembali tuk menghadapi tahun ini.
Tak terlalu mudah
menghadapai masa di mana tahun yang membuat kita terjatuh dan terjerembab dalam
kehidupan. Bahkan di jatuhkan sampai titik terendah. Ketika Ia ambil semua
dalam hidup kita. Harta, pekerjaan, keluarga dan orang yang kita sayang.
Seperti membalikan telapak tangan. Hilang sekejap dan di jatuhkan serendah dan
sehina-hinanya. Layaknya hukum alam, yang mampu bertahan dialah yang
menggenggam atau kalah dalam ketidak konsistenan tekad. Dilemparkan bak
pecundang.
But now we have to fight harder than before.
Adanya masalah melatih kita untuk dewasa, melatih kita untuk
dapat bertahan dalam kehidupan. Tidak
berputus asa dalam menghadapinya,
gunakan kepala untuk berfikir logis dan fungsikan hati untuk mendinginkan jiwa,
kuatkan tekad dengan niat yang sempurna. Percaya pada diri kita sendiri bahwa
masa depan yang cerah siap kelak menyambut kita dengan penuh semangat. I’ll stand by you, kadang itu yang
membuat kita kuat, yang membuat kita tegar. Kita percaya kekuatan cinta dan
kasih sayang itu kadang jauh lebih kuat dan hebat daripada sebuah hadiah yang
kita harapkan. Bukan seberapa besar yang kita dapatkan tapi seberapa besar apa
yang telah kita berikan untuknya, no
matter what happened because i’ll stand by you. Itulah makna dari seseorang yang berarti dalam
tahun silam kita. Kadang hal yang kita tidak suka pun dapat menjadi suka. Bukan
karena kita mencoba ingin menyukainya, tapi kita mencoba memberikan apa yang
bisa kita lakukan untuknya, karena disanalah letak kekuatannya. No matter who you are jika itu memang
membuatmu dapat terlihat lebih baik. Nikmati, resapi, kelak kau pun dapat menghayati
essensi cinta yang hakiki.
Tahun di mana kan
ku tapakan kaki ini di sebuah negara sakura,
berdiri di hadapan hamparan hana
no sakura. Memandang langit dan merasakan sejuknya hembusan angin yang
menerpa tubuh ini. Menikmati haru no
Nihon. Mengingat kembali mimpi-mimpi yang ku tulis setiap tahun. Kini
helaan nafas dan senyum yang tersungging di kota ini. Langkah kaki di antara
sakura yang ku telusuri. Menatap sedu ujung jalan ini. Bunga sakura yang masih
ku genggam sejak tadi terus mengingatkan ku akan mimpi indah ku, mimpi yang
kadang diragukan orang lain. langkah kaki ku terhenti karena di ujung jalan
inilah dia menunggu ku dengan senyuman manis dan kehangatan cintanya. Arigatou
ne.
Terima kasih
telah mengajari ku arti cinta, di mana harapan, pengorbanan, kasih sayang dan
melahirkan
sebuah kedewasaan akan kehidupan. Menatap rona merah dan sejuknya pandangan kornea mata, senyum yang menghiasi awal perjuangan kisah cinta kita dulu. Lika-liku cinta yang menempuh perjalanannya dalam mempersatukan kita. Cara terbaik adalah dengan melibatkan-Nya antara diriku dan dirimu. Sambil menikmati kereta shinkansen pada kecepatan 260 km/jam kini ku duduk di samping mu. Melewati hamparan pedesaan kunoichi, menembus angin pada tiap lajunya. Sudah hampir 3 stasiun yang terlewati kini kereta akan transit di stasiun Fukusyu. Pintu otomatis pun terbuka, kaki ku pun melangkah di antara lalu lalang orang yang berjalan cukup padat. ”Eki no Edo” tulisan yang terpampang besar pada stasiun. Mengingat kembali ketika kita dulu hendak pergi ke kota tua. Menempuh dari Stasiun Bogor dan berakhir di stasiun Kota.
sebuah kedewasaan akan kehidupan. Menatap rona merah dan sejuknya pandangan kornea mata, senyum yang menghiasi awal perjuangan kisah cinta kita dulu. Lika-liku cinta yang menempuh perjalanannya dalam mempersatukan kita. Cara terbaik adalah dengan melibatkan-Nya antara diriku dan dirimu. Sambil menikmati kereta shinkansen pada kecepatan 260 km/jam kini ku duduk di samping mu. Melewati hamparan pedesaan kunoichi, menembus angin pada tiap lajunya. Sudah hampir 3 stasiun yang terlewati kini kereta akan transit di stasiun Fukusyu. Pintu otomatis pun terbuka, kaki ku pun melangkah di antara lalu lalang orang yang berjalan cukup padat. ”Eki no Edo” tulisan yang terpampang besar pada stasiun. Mengingat kembali ketika kita dulu hendak pergi ke kota tua. Menempuh dari Stasiun Bogor dan berakhir di stasiun Kota.
Hanya saja di
sini lebih teratur dan modern. Jauh lebih mengutamakan kenyamanan dan
keselamatan. Sibuk dengan tetap mematuhi aturan. Setelah perjalanan panjang namun
tak terasa lama. Di seberang stasiun terdapat sebuah restoran jepang yang
menyediakan berbagai macam ramen dan sushi. Dengan interior khas jepang, dan
sambutan yang dulu sering ku jumpai ” irasshaimase”
pada tiap-tiap restoran atau kedai di indonesia yang berkonsep ala jepang yang
hanya di ajarkan beberapa kata dalam bahasa jepang kepada pramusaji di restoran
ala jepang di Indonesia.
”Hei, apa yang
kau lakukan di sini..?
Dengan aksen
jepang seseorang menyapaku. Sedetik ku menoleh padanya dan menatapnya. Wajah
riang nun mata sipit menjadi ciri khas orang yang pernah ku kenal sebelumnya.
Yah kini aku mengingatnya seorang dengan yukkata
polos adalah Reiko Matsumi, collega-ku di Hokkaido
.
”Aa, Reiko san ! O-genki desu ka”
“Okagesama de,
chrisan O-hisashiburi desu ne
”So desu ne, nani oshimasu ka
“mitai dake desu
Lalu kami pun
berbincang-bincang dan memperkenalkan mantan kekasihku yang kini berstatus
istriku.
Hari sudah mulai
gelap, kami pun menelusuri sisi jalan Kota Edo dengan di hiasi cahaya kota yang
cukup romantis. Mengingatkan Kota Bogor
di daerah Ahmad Yani yang dikelilingi oleh rindangnya pepohonan yang
rindang. Sehingga mengingatkan akan kenangan Kota Bogor. Hanya saja kini di
kelilingi oleh bunga sakura yang sedang mekar. Gedung-gedung dan bording iklan
yang memenuhi kota Edo tak henti-hentinya menemani perjalanan kami.
Cukup
menyenangkan hari ini, perjalanan dan pertemuan dengan sahabat ku pada tahun
pertama di Kota Edo. Sungguh luar biasa kejutan yang ku dapat. Perjuangan yang
tak sia-sia selama di Indonesia. Kelak menjadi awal petualangan ku di kota Edo
bersama istriku.
Berbeda sekali
kehdupan di Jepang dengan di Indonesia dulu. Yang sering membayangkan tentang negara
matahari terbit.
Suatu malam di
Kota Edo.
Ku duduk
bersanding dengan istriku, menatap wajahnya yang selalu dapat menciptakan
kekuatan akan cinta, kedewasaan dan tanggungjawab. Aroma tubuh yang tak pernah
berubah. Kehangatan dan kenyamanan yang di pancarkannya. Senyum yang tak pernah
lepas di raut wajahnya. Gelapnya malam bahkan tak mampu tuk menyembunyikan
terangnya hati sang tuan putri.
.......................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
chrisandi




that's my story come will be done soon
BalasHapus