MAAF, TERIMAKASIH DAN UNTAIAN SURAT-SURAT KEHIDUPAN
MAAF, TERIMAKASIH DAN UNTAIAN
SURAT-SURAT KEHIDUPAN
Duduk termenung ku dalam
kesendirian, beralaskan kursi kayu jati yang hanya dapat terdiam tenang. Mah,
kini aku telah membaca surat yang engkau tulis tujuh belas tahun silam.
Tahun-tahun di mana aku tak merasakan hangatnya pelukan mu mah, tahun di mana
aku tak pernah merasakan belaian tangan halus penuh rasa cinta kepada anaknya. Kadang,
dulu aku iri mah dengan teman-temanku yang dapat pergi bersama mamahnya, bahkan
iri melihat mereka dimarahi oleh mamahnya sekalipun. Hingga kadang air mata ini
tak sempat Dinda tahan. Ia mengalir membawa kerinduan yang amat sangat untukmu.
Tapi lewat untaian surat-surat yang mamah tulis, Dinda tahu bahwa mamah jauh
lebih sayang untuk anaknya tercinta lewat perjuangan dan pengorbanan. Lewat
surat terakhir yang mamah tulis ini banyak makna hidup yang dapat Dinda ambil.
Surat pertama yang Papah berikan pada usia 13 tahun merupakan untaian pesan
maaf mamah karena mamah tidak dapat melhat anaknya yang cantik tumbuh dewasa, kata
maaf tidak bisa menemaniku jalan-jalan, maaf tidak bisa memelukmu, maaf tidak
bisa melihat senyummu, maaf tidak bisa hadir ditiap-tiap acara pentingmu.
Untuk anakku tercinta ^_^
September, 2001
Hai sayang, apa kabar mu? mungkin
agak aneh surat ini mamah tulis ketika engkau masih ada di dalam perut mamah,
kini kandungan mamah sedang berjalan 4 bulan. Sambil mengelus-ngelus perut
mamah dan kelak mamah pun berdoa semoga mamah dapat pula mengelus-elus kepala
anak mamah ini. Tapi maafkan mamah ya kalau mamah tidak sempat untuk mengelus
dan mencium mu nanti. Mamah tahu sayang, kamu pasti merasa kangen sama mamah,
mamah juga tahu mungkin kamu merasa kesal sama mamah karena tidak dapat
menemanimu layaknya teman-temanmu. Maafin mamah karena tidak bisa merawatmu di
dunia. Tapi mamah sudah titipkan kamu pada papah untuk membesarkanmu dan
merawatmu layaknya seperti mamah. Kalau papah tidak bisa merawat dan menjaga mu
biar mamah yang menjewer kuping papahmu suatu saat nanti ya ^_^
Kalau kamu baca surat ini mungkin
mamah sudah tidak ada lagi bersama mu. Maafkan mamah ya. Tapi Allah masih
sayang sama mamah karena Allah masih memberikan kehidupan kepada anak mamah
tersayang. Waktu dulu mamah dan papah sangat merindukan kehadiran seorang anak.
Setelah 2 tahun pernikahan. Mamah hamil, tapi sayang mamah mengalami keguguran
sehingga kakakmu tak dapat mamah pertahankan. Setelah itu mamah dinyatakan
mengalami kanker rahim. Dokter sudah mendiagnosis bahwa mamah tidak akan bisa
punya anak lagi. Tapi setelah 10 tahun penantian mamah dan papah untuk memiliki
seorang anak akhirnya terwujud. Lewat kekuasaan Allah, Ia memberikan mamah
seorang anak. Tapi dokter menyarankan mamah untuk menggugurkan kandungan itu
karena akibatnya nanti dapat berakibat fatal diantaranya jikalau anaknya lahir
kemungkinan ia akan cacat atau yang paling terburuk bayi tersebut akan
meninggal dalam usia dini. Disamping itu ketika melahirkan nanti mamah tidak
akan dapat bertahan. Bisa kemungkinan
anaknya yang selamat atau kemungkinan ibunya yang selamat dan bisa jadi karna
penyakit ini kedua-duanya akan meninggal.
........



Komentar
Posting Komentar