THE LITTLE GLASSES

THE LITTLE GLASSES




Jikalau engkau menemukan indahnya pemandangan pada cakrawala dunia dan di depan hamparan zambrud khatulistiwa, maka saat itu pula kau telah menemukan rasa jumawa. Derap langkah kaki mungilnya selalu ditancapkan pada daratan bumi. Ah, apa kau sudah gila coba menggambarkan dia layaknya seorang wanita yang memiliki sayap dengan paras yang cantik luar biasa dan memancarkan ketenangan disetiap kebasan sayapnya. Ayolah, sudahlah Buyung, jangan kau samakan gadis itu dengan “bidadari bumi” yang selalu kau bayangkan itu, kami tahu kau sedang dilanda rasa cinta yang mencuat menggebu-gebu itu. Hey, Buyung ! boleh sajalah kau jatuh cinta tapi jangan sampai kau lupa memijakan kaki mu di tanah di mana kelak tempat kau akan dikebumikan pula nanti. Bah, macam mana pula kau ini mengganggu saja orang yang lagi kasmaran. Iyo, Buyung kami hanya mengingatkan sajo dikau. Kami hanya tidak ingin dikau merasa sakit hati kelak, jikalau dikau tahu ia sudah punya pasangan, nah, lantas macam mana pula perasaan dikau nanti. Habislah sudah ! dan belum tentu juga dikau adalah laki-laki idaman gadis itu. Iyo, mantap lah cakap kawan mu tadi, tak perlu lah terlalu tinggi melambungkan-nyo. Sudah terlalu lama dikau mengagumkan-nyo. Tak jelas lah kau selama ini. Tengak-tengok...tengak-tengok. Kau saja tak pernah cakap-cakap dengannya, mati kutu lah kau nanti jikalau gadis itu merasa tak nyaman dengan kehadiranmu. Kau mau dan siap mengambil resiko itu. Habislah harga diri kau dihadapanya Buyung. Makin-makin ku mengerutkan kening mendengar ocehan kawan-kawan ku itu. Wes..yowes lah sakarep mu bae lah, yang jelas kami sudah mengingatkanmu bukan untuk menggugurkan semangatmu.

Semenjak awal benih itu pun tak pernah minta untuk tetap tumbuh kawan. Seorang wanita yang memiliki paras mungil yang terlindungi oleh hijab yang melekat serasi dengan bentuk wajahnya. Dengan hiasan kacamata yang menambah manisnya paras wajah gadis itu. Ah mendengar suaranya saja kadang sudah membuat ku lupa akan suara dunia. Meskipun terlalu jauh dan tak sengaja hanya untuk mendengar suaranya tapi cukuplah buatku atau ketika diriku tak sengaja berpapasan dengannya. Ketika aku berpapasan dengannya yang ku pikirkan hanya betapa indah dan senangnya rasa ini. Jauh lebih senang ketika kau mendapatkan barang bagus tapi tak yang kau inginkan. Kau hanya mungkin berekspresi datar saja menanggapi itu semua. Tapi ketika kau mendapatkan apa yang kau inginkan maka perasaan itu berlipat ganda dari yang kau bayangakan. Kau akan menjaganya, merawatnya secara hati-hati dan mencoba melindunginya dari tangan orang lain yang tidak bertanggung jawab menggunakannya. Amboi, manis nian kau punya cakap Buyung, kau anggap dia barang milikmu apa..haha kau pikir menjaga barang mati dengan hati wanita itu sama halnya. Iyo..indaklah macam itu Buyung, susahnyeu menjaga hati wanita itu macam sampan di tengah lautan kau harus pandai-pandailah menjaga sampan itu dari gelombang dan terjangan ombak. Nah, itulah hati wanita...susahnyeu buat tetap tenang. Bagaimana jika gadis itu berpikiran, dikaulah yang mengganggu hidupnya, laki-laki yang kurang ajar terhadap dirinya, kau pikir siapa dirimu. Macam sinetron saja yang kau harapkan. Mending kau tidur sajahlah untuk meneruskan sinetronmu, siapa tahu gadis yang kau sebut “Little glasses” itu mau dengan mu. Bah, apa pula itu, macam judul sinetron saja kau beri nama untuknya kenapa tak kau kasih nama saja sekalian "sang gadis penggalau hati berkacamata ". Rancabanna...iyo baguslah tuh tuk jadi judul sinetron mu Buyung tapi itu untuk mu di dunia mimpi mu Buyung, dunia nyata dia milik orang lain..haha..galau sudah hati mu kali ini. Sudah hampir tiga tahun kau tak bisa berbuat apa-apa untuknya, bercakap-cakappun indak bisa. Ya tak punya nyali lah kau. Cobalah untuk mengajaknya bicara suatu saat nanti. Untuk minta maaf saja sudah cukup kecuali dia yang meminta penjelasan. Nah, barulah kau sampaikan. Ndak..usahlah berharap lebih dulu. Lepaskan saja bebanmu selama hampir tiga tahun ini. Diacuhkan atau dimaki-maki sekalipun ndak masalah Buyung. Yang penting Bismillah-lah kau dulu.   

I think, i've to do something. thanks pale. But i considering to keep going. Whatever did to me later so it’s my destination.
Bagaimana pun juga she is my little glasses always.

Bersambung...   

Komentar

Postingan Populer